Kaum perempuan harus andil dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Sambas ditengah pandemi covid 19. Pasalnya, keterbatasan pelaksanaan proses belajar mengajar, didapatkan informasi sejumlah siswa Sekolah Dasar belum bisa membaca.

Bupati Sambas, H Satono mengatakan ada laporan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, sejak covid 19 ditetapkan sebagai pandemi pada 2020 dan belum berakhir hingga sekarang. Berdampak pada sektor pendidikan, sehingga pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah tak maksimal. “Dampak inilah, sesuai laporan dari dinas. Didapati sejumlah anak didik di Sekolah Dasar tak kenal huruf, ataupun belum lancar membaca meski sudah kelas 3,” kata Bupati Sambas, saat hadir dalam peringatan HUT ke 22 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tingkat Kabupaten Sambas, di Aula Kantor Bupati Sambas, Selasa (16/12) diberitakan pontianakpost.co.id.

Kondisi yang terjadi, sebutnya, harus menjadi “Pekerjaan Rumah” bersama. Salah satunya, keterlibatan kaum perempuan, termasuk yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan, GOW, serta pihak lainnya. “Ini menjadi PR bersama yang harus diselesaikan, karena ini berdampak pada SDM, terutama generasi penerus. Kami harapkan peran kaum perempuan, ibu-ibu, termasuk istri para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung dalam DWP, untuk membantu pemerintah mengatasi permasalahan ini.

Orang nomor satu di Kabupaten Sambas ini juga mengharapkan kepada para orang tua anak, untuk bisa menjadikan lingkungan keluarga sebagai sekolah kedua, guna memaksimalkan proses belajar mengajar agar lebih maksimal.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sambas menyampaikan kepada pengurus dan anggota DWP Kabupaten Sambas, jika tema yang diusung dalam HUT ke 22, yakni Bersama membangun ketahanan perempuan Kabupaten Sambas Mental Sehat Bisnis UMKM Pulih, sesuai dengan kondisi yang ada. “Seluruh sendi kehidupan, tak luput dari peranan kaum perempuan, dari mulai bangun tidur hingga tidur lagi, mulai bayi hingga nek aki. Semua tak lepas dari peran perempuan. Bahkan, saking besarnya eksistensi kaum hawa, dalam Alquran, secara spesifik ada surat Annisa atau yang artinya perempuan. Kemudian ada juga ibu kota dan ibu negara, tak ada istilah bapak kota,” katanya. Sehingga kaum perempuan di Kabupaten Sambas, sangat diharapkan dalam rangka andil membangun Sumber Daya Manusia. “Khusus pengurus dan Anggota DWP Kabupaten Sambas yang merupakan istri dari ASN, diharapkan bisa turut membantu pemerintah untuk membangun SDM, kemudian dukung suami agar bisa bekerja sebagai abdi negara dengan baik,” katanya.

Satono juga menyebutkan, jika kaum perempuan adalah agen perubahan untuk tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sambas. “Kaum perempuan adalah agen perubahan untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Sambas,” katanya.

Ketua DWP Kabupaten Sambas, Hj Wahidah menyatakan jika DWP Kabupaten Sambas akan mendukung Pemerintah Kabupaten Sambas dalam rangka melaksanakan percepatan pembangunan.(fah)