Lahan seluas satu hektar di Desa Bakau Besar Darat, Kecamatan Sungai Pinyuh terbakar, Senin (22/11) sore. Menindaklanjuti laporan hot spot di wilayah kerjanya, Manggala Agni Kal-VIII Pontianak Pondok Kerja Mempawah bergerak cepat turun ke lokasi api.

“Kami mendapatkan informasi dari tim penelaah data bahwa ada hot spot di Desa Bakau Besar Darat. Maka, kami diminta melakukan groundchek lapangan dan ditindaklanjuti,” jelas Anggota Manggala Agni Kal-VIII Pontianak Pondok Kerja Mempawah, Muslimin, Selasa (23/11) pagi di Mempawah.

Muslimin mengatakan butuh waktu kurang lebih satu jam untuk mencapai ke lokasi titik api. Setibanya dilokasi tersebut, pihaknya menemukan lahan terbakar dengan luas kurang lebih satu hektar.

“Saat kita tiba di lokasi, kondisi api sudah padam. Lalu, kita lakukan penyisiran untuk mengantisipasi karhutla dengan menggunakan jet sooter,” ujarnya diberitakan pontianakpost.co.id.

Dari pengecekannya, imbuh Muslimin, lokasi yang terbakar merupakan lahan gambut dengan status kawasan APL. Lahan tersebut masih semak belukar dan belum ditanami tumbuhan.

“Kami juga berhasil menemukan warga yang menggarap lahan tersebut. Kepada warga bersangkutan, kita berikan edukasi dan pemahaman tentang bahaya karhutla. Kemudian, kita himbau agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” pesannya.

Muslimin berharap seluruh elemen masyarakat berkomitmen dan mematuhi ketentuan untuk tidak membakar lahan dengan alasan apapun. Sebab, tindakan pembakaran lahan dapat menimbulkan dampak negatif terjadinya karhutla dilingkungan masyarakat.

“Manggala Agni senantiasa mengharapkan kerjasama dan dukungan masyarakat agar menginformasikan setiap potensi karhutla dilingkungannya. Kami dan instansi terkait senantiasa meningkatkan kontrol dan pengawasan untuk memastikan wilayah Kabupaten Mempawah aman dari karhutla,” pungkasnya.(wah)