Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang, Nanang Karyawansyah membeberkan total 188 kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus) di Kabupaten Bengkayang. Angka tersebut, menurut dia, merupakan angka total sepanjang 2016 – 2021.

“Dari jumlah tersebut, jumlah meninggal ada sekitar 19 orang. Dengan rincian 14 di antara yang meninggal laki-laki dan lima sisanya perempuan,” kata Nanang, Senin (29/11) di Bengkayang. “Selain itu, kita juga mencatat adanya kasus HIV terhadap anak-anak. Itu ada sekitar tiga orang, dan saat ini sedang kita tangani juga,” timpalnya.

Terkait itu, pihaknya bakal menyiapkan langkah dan upaya untuk penanganan penyebaran virus tersebut. Salah satunya, mereka akan melakukan screening, terutama kepada ibu hamil dan kelompok yang dinilai berisiko terpapar. 

“Apabila ada temuan HIV di Kabupaten Bengkayang, kita langsung kerja sama dengan dua tempat untuk penanganan. Yakni Klinik Mayore dan satu lainnya, kita sudah bentuk satu DPP di Rumah Sakit Bumi Sebalo,” jelasnya.

Di samping itu, mengenai penanganan, mereka akan melakukan akselerasi dengan Dinas Sosial dan sektor terkait. Sementara ntuk pemetaan kasus HIV sendiri, tak dipungkiri dia jika jumlah kasus hampir terjadi secara merata di setiap wilayah di kabupaten ini.

“Mengingat kita termasuk daerah perbatasan (RI – Malaysia), dan terlebih Bengkayang merupakan jalur perlintasan, sehingga ini yang dinilai menjadi salah satu faktor tingginya angka HIV sebelum ini,” ungkapnya.

Berkaca dari itu, pihaknya akan melakukan screening untuk orang-orang pendatang ke Kabupaten Bengkayang. “Dengan asumsi, terutama kepada ibu hamil, apabila terdeteksi terkena HIV, akan kita lakukan upaya pemutusan matarantai penularan yang berpotensi menular anaknya,” paparnya. “Jadi nanti kita juga akan lakukan survei ke tempat yang berisiko terjadi penularan (HIV),” sambungnya.

Di sisi lain, pihaknya juga akan menggandeng Dinas Sosial untuk melakukan penanganan terhadap pasien yang tidak mempunyai jaminan kesehatan, seperti Jamkesmas atau BPJS. Harapannya nanti bisa lebih mudah masyarakat untuk berobat ke layanan kesehatan yang ada.

Lebih jauh, dia turut mengimbau kepada masyarakat untuk dapat bersama menjauhi narkoba maupun seks bebas. Terutama, menurut dia, untuk penggunaan narkoba menggunakan jarum suntik yang merupakan salah satu paling riskan terjadi penularan. “Kita juga imbau seluruh pihak untuk menjauhi pergaulan bebas,” ucapnya. “Begitu pula orangtua untuk terus memantau pergaulan anak, dan tak lupa untuk teus mengedukasi. Terutama mengenai dampak dan akibat dari HIV. Termasuk memberi masukan tentang apa itu HIV dan bahaya apabila terpapar,” pungkasnya. (Sig)