Pada 29 November selalu menjadi hari yang spesial bagi Gubernur Kalbar Sutarmidji. Selain merayakan ulang tahunnya, dihari yang sama juga diperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). Lantas apa saja harapan orang nomor satu di Kalbar itu, diusianya yang ke-59 tahun?

IDIL AQSA AKBARYPontianak

UPACARA peringatan HUT ke-50 Korpri di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) berlangsung khidmat di lapangan Kantor Gubernur Kalbar, Senin (29/11) pagi. Upacara diikuti puluhan ASN dan dipimpin langsung oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji.

Usai upacara, gubernur didampingi istri dan disaksikan seluruh kepala perangkat daerah memotong tumpeng untuk merayakan ulang tahun ke-59 Sutarmidji. Meski berlangsung secara terbatas dan sederhana, Sutarmidji merasa senang, apalagi ulang tahunnya selalu ikut dirayakan oleh seluruh ASN karena berepatan dengan HUT Korpri.

“Jadi Hari Korpri yang ke-50 tahun, untungnya sekaligus merayakan hari ulang tahun saya. Sebagaimana yang saya sampaikan tadi, Korpri harus bisa menjadi tulang punggung dalam membangun negara khususnya Kalbar,” ungkap Sutarmidji.

Ia berpesan kepada seluruh jajarannya agar melakukan reformasi birokrasi semaksimal mungkin. Seperti melakukan penyederhanaan-penyederhanaan dalam pelayanan. Kemudian target dari capaian-capaian yang ada diharapkan harus selalu lebih tinggi. Serta yang paling penting menurutnya, ASN harus selalu bekerja sesuai dengan aturan.

“Jangan ada lagi korupsi dan pungli di jajaran Pemprov Kalbar, atas nama apapun tak boleh. Saya sampaikan ini, karena saya tak melakukan itu. Mau markup anggaran jangan, fiktif jangan, korupsi apa lagi,” tegasnya.

Ketika memilih untuk mengabdi sebagai pegawai negeri menurutnya seseorang sudah harus siap untuk tidak hidup bermewah-mewahan. ASN harus terbiasa hidup sederhana termasuk keluarganya. “Hidup sebagai anggota Korpri saya rasa kalau mau cukup, cukup. Kalau mau mewah tidak bisa, tidak mungkin walaupun sudah jabatan eselon II. Jangan berpikir jadi anggota Korpri lalu bisa hidup mewah. Nah harus mulai dari keluarga dulu, keluarga harus sederhana,” pesannya.

Kemudian secara pribadi di ulang tahunnya yang ke-59, Midji sapaan karibnya mengatakan, ke depan sudah tidak ada yang ia cari selain pengabdian kepada masyarakat. Selama ini dirinya merasa sudah cukup banyak mendapat kemudahan dan berkah dari Allah SWT.

“Di usia ke-59 tahun ini karir saya sudah panjang, pegawai negeri 13 tahun, dewan tujuh tahun, wakil wali kota 4,5 tahun, wali kota sembilan tahun, sekarang gubernur. Artinya Allah sudah memberikan segalanya untuk saya. Sekarang ini untuk saya dan keluarga, saya anggap sudah selesai, tak ada lagi yang mau dicari. Selain sisa usia itu untuk pengabdian kepada daerah, bangsa dan negara,” ucapnya.

Maka dari itu ketika dirinya sering marah atau agak keras ketika menjalankan roda pemerintahan, menurutnya itu bukan untuk dirinya sendiri, melainakan hanya ingin ada satu percepatan dalam kemajuan daerah. “Saya tidak ada lagi yang mau saya cari, mau cari apa? Karir puncak saya itu gubernur. Tidak ada lagi mikir mau jadi ini itu,” tambahnya.

Midji hanya ingin ketika dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai gubernur ada prestasi yang bisa dikenang oleh masyarakat, keluarga hingga anak cucunya kelak. Maka dari itu ia akan terus bekerja sebaik mungkin untuk mengabdi kepada masyarakat dan kemajuan daerah ini.

“Jangan sampai ketika jadi pemimpin, pengambil keputusan, tapi kita tidak melakukan apa yang harus dilakukan. Pro kontra setiap kali kebijakan itu biasa, tapi kalau niatnya untuk perbaikan, untuk kemajuan, jangan takut. Saya, kalau saya ngotot berarti pasti benar, saya sudah kaji semuanya. Sebagai orang kalbar, hidup mati kita di sini, ayo buat maju Kalbar ini, jangan lagi bicara sekat-sekat, tapi kebersamaan,” pungkasnya.(*)