Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sanggau, John Hendri mengungkapkan ada sejumlah jalan dan jembatan serta irigasi yang mengalami kerusakan paska banjir yang menerjang Sanggau beberapa waktu lalu. Kerusakan yang ditimbulkan cukup bervariasi, mulai dari yang kecil hingga parah. Termasuk juga penundaan sejumlah kegiatan (proyek,red).

“Sebagaimana diketahui bahwa kita baru saja melewati musibah banjir, sehingga ada beberapa kegiatan kita yang ikut terdampak. Kita tahu bahwa tahun ini ada enam kecamatan yang terkena dampak banjir yakni Toba, Tayan Hilir, Meliau, Kapuas, Mukok dan Jangkang. Memang dampaknya berbeda-beda karena faktor geografis dan lainnya,” ujarnya.

“Salah satu yang paling dirasakan yakni (Kecamatan) Kapuas. Apalagi, Kapuas ini merupakan daerah pinggiran sungai sehingga pemukiman, infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang berada di tepian sungai semuanya kena dampak. Kalau kita mau lihat, khususnya di kota, banyak juga jalan yang terendam dan mengakibatkan munculnya lubang-lubang kecil di badan jalan yang berpotensi menimbulkan kerusakan-kerusakan di waktu yang akan datang. Begitu juga dengan beberapa jembatan, yang tadinya bagus, kemudian mengalami kemiringan akibat gerusan pada tanah. Nah, ini semua sudah kami data untuk dilakukan penanganan sehingga diharapkan tidak menimbulkan kerusakan yang cukup parah di kemudian hari,” terang John, sapaan akrabnya, ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/12) pagi.

John tidak menampik ada sejumlah kegiatan proyek yang ditunda akibat terjadi banjir dan dilanjutkan kembali setelah kondisinya kembali normal.

“Ada juga kegiatan yang mau kita kerjakan, tapi karena banjir akhirnya kita tahan dulu, dan sekarang baru kita lanjutkan kembali. Kemudian juga irigasi, ini juga berkaitan dengan meluapnya sungai sehingga ada kegiatan yang tidak bisa dilakukan secara full (keseluruhan,red),” ungkapnya. “Langkah-langkah adendum juga kita lakukan, melakukan perubahan-perubahan kontrak sehingga program-program tersebut tetap kita lanjutkan walaupun sifatnya tidak tuntas, tetapi tetap kita lakukan sesuai target-target yang telah kita susun di tahun 2021,” sambung mantan kepala dinas pertanian ini. (sgg)