Gubernur Kalbar H Sutarmidji melantik Dewan Hakim dan Panitera MTQ XXIX Kalbar Tahun 2021 di Pendopo Bupati Sintang pada Jumat (10/12) malam. Prosesi pelantikan ini merupakan awal dari rangkaian perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran tingkat provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Sintang yang akan berlangsung selama tujuh hari, 11-17 Desember.

Dewan Hakim dan Panitera yang berjumlah 104 ini diketuai H Muhammad Azman Alka, M.Ag. Mereka merupakan utusan dari LPTQ Provinsi, LPTQ Kabupaten/Kota, Akademisi, Tokoh agama dan masyarakat. Mereka tiba di Kota Sintang pada Jumat (10/12) sore dengan menggunakan tiga bus dari Kota Pontianak.

Sutarmidji mengingatkan dewan hakim dan panitera untuk dapat mengemban amanah yang diberikan panitia. “Tunjukkan kualitas yang terbaik, berikan penilaian yang obyektif kepada peserta,” kata Sutarmidji. 

Diingatkannya Musabaqah Tilawatil Qur’an bukan hanya ajang untuk mengukir prestasi dalam bidang seni baca. Hal sesungguhnya yang paling mendasar adalah pengamalan dari isi kandungan Al-Qur’an. Sebagai ajang lomba, tentunya MTQ Provinsi merupakan salah satu tahapan akhir dalam memilih duta Kalimantan Barat terbaik, untuk mewakili Kalbar pada event MTQ Tingkat Nasional.

Sejalan dengan hal-hal tersebut, lanjut Midji, dalam melaksanakan penilaian, Dewan Hakim dituntut untuk menegakkan kejujuran dan keadilan. Memberikan penilaian secara obyektif dengan mengesampingkan pertimbangan-pertimbangan subjektif.

“Dewan Hakim harus memahami, menguasai dan berpegang teguh kepada pedoman perhakiman, dan norma-norma yang berlaku,” lanjut Sutarmidji. Sehingga dalam memberikan penilaian, benar-benar mengikuti kaedah-kaedah dan sesuai dengan kemampuan dimiliki dari peserta. Dengan demikian azas keakuratan dan ketelitian harus dijunjung tinggi.

Midji optimis dewan hakim dan panitera yang telah ditunjuk dan dilantik, memiliki kredibilitas dan komitmen moral terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai Dewan Hakim, sehingga tidak diragukan lagi profesionalisme dan kapabilitas di bidangnya masing-masing.

Sutarmidji juga berharap para dewan hakim memiliki catatan sedetail mungkin setiap peserta yang tampil. Catatan ini menjadi bahan evaluasi dimana kelebihan dan kekurangannya.

Ini penting dilakukan untuk meningkat prestasi Kalbar di tingkat nasional. Kalbar pernah mengalami kejayaan di ajang nasional. Namun untuk mengembalikan kejayaan itu tak mudah. Perlu pembinaan secara terus menerus sejak usia dini. “Kalau perlu mendatangkan pelatih dari luar, tak jadi masalah,” ujarnya seraya berharap Kalbar bisa masuk lima besar peringkat nasional. 

Selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Barat, Sutarmidji menegaskan, semua elemen masyarakat harus dapat berperan dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit ini, termasuk Tokoh Masyarakat/Tokoh Agama. Dia berharap penyelenggaraan kegiatan MTQ ini benar-benar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Saya mengharapkan Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu Dewan Hakim sebagai Tokoh Agama juga dapat membantu edukasi kepada masyarakat terkait implementasi semua protokol kesehatan dimasa adaptasi kebiasaan baru,” tegas Sutarmidji.  Bupati Sintang H Djarot Winarno mengucapkan selamat datang para dewan hakim, panitera dan pengawas. Dia berharap MTQ dapat berjalan dengan lancar. (pontianakpost)