Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Barat (Kalbar) Niken Tia Tantina mengingatkan perusahaan perkebunan sawit segera menindaklanjuti perintah Presiden RI Joko Widodosoal persemaian atau pembibitan pohon di wilayah konsesi masing-masing. Hal tersebut guna mendukung upaya jangka menengah dan panjang penanggulangan banjir di provinsi ini.

“Saya ingatkan perusahaan perkebunan untuk segera follow upapa yang menjadi perintah Presiden saat kunjungan ke Kalbar kemarin,” katanya kepada awak media, Jumat(10/12).

Anggota Komisi II DPRD Kalbar itu menegaskan, persemaian atau pembibitan perlu dilakukan sebagai solusi jangka panjang perbaikan kerusakan daerah aliran sungai (DAS) dan kerusakan daerah tangkapan hujan. Karena kedua hal itu yang dinilai menjadi penyebab terjadinyabanjir di wilayah hulu Kalbar. 

“Perusahaan perkebunan harus melaksanakan itu sebagai bentuk kepeduliaan mereka. Saya minta perusahaan jangan bandel, apalagi ini perintah Presiden langsung. Tentu akan kami kawal di DPRD,” ucapnya.

Niken sapaan karibnya, turut menyarankan agar upaya yang dilakukan bukan hanya penghijauan semata. Karena permasalahan yang terjadi bukan hanya di daratan, tetapi di sepanjang DASjuga bermasalah. Sehingga pihak-pihak swasta harus ikut berupaya secara ekstra mendukung pemerintah.

Politisi PDI Perjuangan itu juga mendorong Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) melakukan evaluasi menyeluruh dan menghitung ulang berapa jumlah anak sungai yang hilang.Niken menyebut sejak 2012 sudah 70 persen kerusakan DAS.

“Selama ini juga BPDAS melakukan program-program penanaman pohon. Pertanyaan kami, di mana pohon-pohon itu ditanam? Saat ini banjir bukan hanya terjadi di landscape Kapuas saja, tetapi di landscape Pantura juga sudah mulai banjir. Kemudian, BPDAS juga harus menghitung daya dukung lingkungan baik di sungai maupun di darat,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sempat memaparkan rencana jangka menengah dan panjang bencana banjir, perlu diatasi dengan memperbaiki kerusakan DAS dan daerah tangkapan hujan. Apalagi potensi terjadinya curah hujan ekstrim seperti yang lalu, masih mungkin terjadi.

“Inilah yang juga akan kami siapkan untuk dikerjakan yaitu penanaman kembali pohon, penghutanan kembali daerah yang berada di sekitar Sungai Kapuas maupun Sungai Melawi,” ucapnya saat berkunjung ke Sintang, Rabu (8/12) lalu.

Orang nomor satu di Indonesia itu berharap dengan upaya-upaya itu akan bisa memperbaiki DAS dan daerah tangkapan hujan yang rusak. Pemerintah juga disebutkan dia bakal melibatkan perusahaan-perusahaan swasta termasuk perusahaan perkebunan yang besar. Dengan demikian ada solusi bersama bagi masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana banjir ke depan.

“Saya akan perintahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta perusahaan-perusahaan swasta besar yang ada di sini (Kalbar) untuk membuat persemaian (pohon) sehingga penghutanan kembali bisa berjalan,” pungkasnya.(bar)