Dua pandemi membuat banyak orang bertahan di rumah. Namun kini agaknya orang mulai bosan dan berniat untuk traveling atau liburan. Hal tersebut menjadi alasan sebagian orang untuk divaksin. Selain tentu saja untuk meningkatkan kekebalan tubuh dari ancaman Covid-19.

 

SUASANA Ballroom Hotel Mercure dipenuhi orang yang datang silih berganti sejak pagi hingga sore, Jumat (10/12) kemarin. Mereka ini adalah masyarakat Pontianak dan sekitarnya yang ingin menerima vaksin. 

Baik suntikan pertama, maupun kedua. Kegiatan ini sendiri digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), Dinas Kesehatan Kalbar dan Forkominda Kalbar.

Ada tiga jenis vaksin yang disiapkan dalam vaksinasi massal yang rutin digelar OJK ini, seperti Pfizer, Astra Zaneca dan Sinovac. Para penerima vaksin bebas memilih vaksin mana yang ingin disuntikkan, karena pada dasarnya semua jenis vaksin tersebut mampu meningkatkan imunitas tubuh terhadap virus Corona. Data Dinas Kesehatan Kalbar, jelang akkhir tahun 2021, kian banyak masyarakat divaksin.

Kendati gelaran vaksinasi telah dimulai sejak awal tahun ini, banyak yang menunda untuk divaksin. Dalihnya macam-macam, dari terpengaruh informasi hoaks, takut jarum suntik, hingga menunggu giliran terakhir.

Salah satu alasan masyarakat mau divaksin pada akhir tahun ini, selain yang utama untuk meningkatkan imun, adalah sebagai pemenuhan syarat untuk bepergian. Apalagi kian rendahnya angka penularan Covid-19 membuat, pemerintah melonggarkan pembatasan sosial. Dimana akses transportasi dan tempat destinasi wisata, serta tempat rekreasi saat ini mulai longgar.

Keinginan untuk traveling membuat mereka bersedia menerima vaksin. “Saya vaksin supaya imunnya kuat. Tapi juga mau liburan Natal dan Tahun baru ini. Sekarang untuk keluar kota kan syaratnya sudah harus terdaftar di aplikasi Peduli Lindungi, yang artinya harus sudah divaksin. Bahkan mau masuk ke mall atau acara-acara besar saja harus tunjukkan aplikasi dulu kan,” ujar Tono, salah seorang penerima vaksin di event tersebut kepada Pontianak Post. 

Kegiatan sendiri dimulai sejak jam lima subuh, dimana berbagai komunitas berkumpul di halaman Hotel Mercure Pontianak. Para pesepeda mengeliling Jalan Ahmad Yani dari Bundaran BCA Ayani hingga GAIA Mall Kubu Raya. Selepas itu, Kepala OJK Kalbar, Ketua FKJIK Kalbar serta pejabat lainnya meninjau lokasi vaksinasi di Ballroom Hotel Mercure.

Kepala OJK Kalbar, Maulana Yasin memastikan pihaknya bersama para stakeholder berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dalam mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional. Salah satunya dengan mendukung percepatan proses vaksinasi bagi masyarakat guna menekan laju penyebaran virus covid-19.

“Percepatan vaksinasi ini diharapkan dapat menciptakan kekebalan komunal (herd Immunity) yang nantinya dapat mendukung mobilitas masyarakat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sehingga upaya percepatan pemulihan ekonomi dapat menjadi lebih optimal,” ungkapnya.

Secara nasional OJK bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, IJK serta berbagai pihak menargetkan untuk memberikan vaksinasi sebanyak 10 juta ke berbagai daerah sampai Desember 2021 untuk mendukung upaya pemerintah membentuk kekebalan komunal di masyarakat.

Percepatan vaksinasi, pelonggaran mobilitas masyarakat dan berbagi pemberian stimulus yang telah diberikan oleh pemerintah dan OJK kepada pelaku usaha jasa keuangan serta masyarakat akan menentukan upaya pemulihan ekonomi nasional.

Sementara berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kalbar per 5 Desember 2021, cakupan vaksinasi dosis 1 di provinsi Kalimantan Barat, hingga Desember 2021, telah mencapai 53,66 persen. Angka ini setara dengan 2,07 juta peserta vaksin dari target yang ditetapkan sebanyak 3,87 juta orang. Sementara untuk vaksinasi dosis 2 hingga kemarin telah tercapai 36,56 persen dari target.

Kota Pontianak menjadi daerah dengan vaksinasi paling baik dimana persentase penerima vaksin pertama mencapai 77,47 persen penduduk. Disusul Kota Singkawang (66,31 persen), Kabupaten Sanggau (54,02 persen), Kabutan Bekngkayang (56,12), dan Kabupaten Sambas (51,54).

Sementara Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Kayong Utara menjadi daerah dengan vaksinasi terendah, dengan angka vaksinasi pertama masing-masing hanya 43,25 persen dan 44,11 persen. (heriyanto/ars)