KECAMATAN Rasau Jaya semula pada 1970 – 1974 ditetapkan pemerintah menjadi lokasi penempatan pertama bagi warga transmigrasi di Kubu Raya. Sebagian besar warga transmigrasi yang menempati daerah ini merupakan warga asal Pulau Jawa. Tidak bisa dipungkiri pada awal kedatangan warga transmigrasi terutama yang berasal dari Pulau Jawa ke Rasau Jaya membuat mereka harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada di Kalimantan Barat khususnya di bidang pertanian. Mereka pun berupaya keras mengelola lahan yang disediakan pemerintah untuk melanjutkan kehidupan dan mengembangkan kawasan yang ditempati.

Kendati merupakan penduduk pendatang, namun tidak sedikit keturunan warga transmigrasi ini menjadi orang sukes di Kubu Raya. Beberapa di antaranya bahkan ada yang sudah menjadi pejabat seperti Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo.

Di sela-sela aktivitasnya, Sabtu pagi (11/12) sekitar pukul 9.00 WIB, Sujiwo meluangkan waktu menceritakan sedikit kisah orang tua, bersama dirinya dan enam saudara kandungnya hijrah ke Rasau Jaya. Sang Ayah, Padmo Suwito merupakan pejuang veteran yang merupakan warga asli Pulau Jawa, namun karena tugas membuat mereka sempat berdomisili di Sumatera Utara, Medan.

“Jadi saya lahir di Medan, umur sekitar 4 tahun lebih kami sekeluarga sempat kembali ke Pulau Jawa, kemudian pada tahun 1974 di masa Orde Baru, orang tua saya ikut program transmigrasi dan menjadi salah satu warga pertama yang menempati Rasau Jaya kala itu,” kenang Sujiwo.

Kendati usainya masih kecil, namun Sujiwo mampu mengingat suasana di sekitar kawasan Rasau Jaya saat dirinya bersama keluarga menginjakkan kaki pertama kali ke kawasan ini. “Masih banyak hutan dulu di Rasau Jaya itu, namun karena orang tua sudah memutuskan untuk menetap di Rasau Jaya ini otomatis harus berupaya untuk bisa mengolah lahan yang ada disekitar tempat tinggal kami,” ucapnya.

Karena usianya masih sekitar 4 tahun, semula untuk membuka dan mengolah lahan, kata Sujiwo kala itu, kedua orang tuanya dibantu orang abang dan kakaknya yang usianya sudah jauh lebih dewasa.  “Memang butuh waktu, namun pelan-pelan akhirnya usaha keras untuk mengolah lahan membuahkan hasil, dan orang tua kami pun mampu memenuhi kebutuhan hidup dan menyekolahkan kami tujuh bersaudara, hingga Alhamdulillah bisa seperti saat ini. Dan yang pasti apa yag telah kami raih saat ini tidak luput dari rida, didikan, kerja keras, dan perjuangan orang tua kami,” ungkapnya.

Sujiwo mengaku, kedua orang tuanya sangat menerapkan disiplin dalam kehidupan sehari-hari terhadap anak-anaknya. Di sisi lain, orang tuanya juga peduli dengan dunia pendidikan anak-anaknya dan mengharapkan anak-anaknya kelak bisa menjadi orang yang sukses dan mampu memberikan kontribusi dalam membangun daerah. “Harapan dari kedua orang tua saya itulah yang menjadi motivasi bagi saya untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan tentunya mampu merealisasikan harapan dari kedua orang tua saya,” ucapnya.

Lantaran sejak kecil sudah menetap di Rasau Jaya, Sujiwo pun mengaku sangat tahu perkembangan pembangunan di kecamatan yang dulunya masih berada di bawah Kecamatan Sungai Kakap ini. Saat ini, kata Sujiwo, secara umum pembangunan di Rasau Jaya sudah menunjukkan kemajuan, mulai dari sistem pengairannya, infrastruktur, dan pembangunan-pembangunan rumah-rumah ibadah, pembangunan fasilitas pendidikan seperti seolah sudah sangat luar biasa jika dibandingka saat dirinya pertama kali menetap di kawasan ini.

“Selain Sungai Raya, saya melihat mungkin Rasau Jaya ini merupakan satu-satunya kecamatan yang lengkap jenjang fasilitas pendidikannya. Karena di Rasau Jaya ini ada SD, SMP, SMA sederajat negeri dan swasta, pesantren, Madrasah Aliyah Negeri. Jadi ibaratnya Rasau Jaya ini sudah seperti kecamatan yang menjadi kota pendidikan,” jelasnya.

Kendati saat ini sudah mampu duduk menjadi Wakil Bupati Kubu Raya, namun Sujiwo mengaku dirinya masih belum merasa menjadi orang hebat dan sukses. Dia memiliki prinsip di dalam hidup, mengalir saja. “Dan sampai saya bisa berdiri di posisi saya saat ini bukan karena kehebatan saya semata-mata, namun juga banyak campur tangan dan peran orang lain, dan yang terutama atas izin Allah Subhanuwata’ala dan yang pasti peran kedua orang tua, keluarga dan nenek moyang kami yang pastinya dan tentunya juga dukungan dan peran dari masyarakat,” ungkapnya.

“Saya menjalani hidup ini, selama itu menjadi kewajiban saya maka akan saya lakukan, selama itu menjadi haknya rakyat itu akan saya perjuangkan. Jadi dua hal itu saja yang saya pegang, selama itu menjadi kewajiban maka akan terus saya lakukan, apapun taruhan dan pengorbanannya, begitu juga yang menjadi hak-hak orang lain yaitu masyarakat itu kewajiban saja untuk memperjuangkan,” jelasnya.

Disinggung mengenai pembangunan kawasan transmigrasi, khususnya di Rasau Jaya, kata Sujiwo, sejak awal membangun kawasan transmigrasi, pemerintah jugatelah menyiapkan pondasi pembangunan disemua sektor sudah cukup baik. “Tinggal bagaimana kita saat ini kita melakukan perawatan terhadap sarana dan prasanan yang telah dibangun seperti saluran pengairannya, di sana juga ada jalan poros, jalan lingkungan yang saat ini memang perlu perhatian untuk perbaikan dan peningkatan-peningkatan jalan. Sedangkan untuk tata ruang, di lokasi transmigrasi itu, memang tata ruang seluruh di wilayah transmigrasi sudah didesain sedemikian rupa, sehingga sudah sangat cukup baik tata ruangnya,” ungkap Sujiwo.

Lantaran kawasan transmigrasi seperti di Rasau Jaya dan beberapa daerah lainnya di Kubu Raya sudah tidak menjadi binaan Kementerian Transmigrasi lagi, namun langsung di bawah pemerintah kabupaten, membuat pemerintah daerah setempat, menurut dia, harus bisa bekerja lebih ekstra dan perlu melakukan perbaikan, peningkatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana yang ada diskeitar wilayah lokasi transmigrasi.

Perkembangan pembangunan dan kemajuan di semua aspek kehidupan di Rasau Jaya saat ini sangatlah pesat, Sujiwo merasakan perkembangan dan kemajuan di Rasau Jaya ini, karena sejak SD hingga SMP dirinya mengenyam pendidikan di Rasau Jaya. “Kemudian SMA dirinya hijrah di Sungai Raya hingga kuliah dan bekerja dan hingga saat ini. Yang pasti saya tahu perkembangan Rasau Jaya seperti apa dari yang semula hanya tampak hutan kemudian dibuka lahan oleh pemerintah melalui Kanwil dan Kandep Transmgrasi kemudian sampai sekarang sudah seperti kota saya melihatnya,” jelasnya.

Selain karena perhatian dan adanya program pembangunan pemerintah yang masuk, menurut Sujiwo, kemajuan Rasau Jaya juga tidak lepas dari kegotong royongan masyarakat Rasau Jaya yan mayoritas merupakan masyarakat daru pulau Jawa, sehingga membawa Rasau Jaya bisa lebih maju dari segala aspek kehidupan. Untuk pembangunan Kecamatan Rasau Jaya, sebelumnya memang telah dikelola dan ditata pihak Departemen Transmigrasi kala itu bersama Kantor Wilayah maupun kantor departemen sehingga tata ruangnya sudah cukuplebih baik, hanya saja saat ini tambahnya, yang masih perlu perhatian pemerintah, yakni ruas-ruas jalan poros dan jalan lingkungan yang ada di kecamatan tersebut.

“Terlebih saat ini dengan adanya Alokasi Dana Desa dan Dana Desa setiap Kepala Desa juga sudah bisa membuat program untuk pembangunan jalan lingkungan,” jelasnya.

Ditanya mengenai upaya yang dilakukan untuk pembangunan di Kubu Raya, pihaknya akan tetap fokus mewujudkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya. “Dan diketahui bersama, kita sedang fokus dibeberapa sektor, namun kadang masyarakat mengindentikkan pembangunan hanya maslah dibidang infrastruktur saja, padahal masalah pendidikan, kesehata pertanian, perikanan, kesehatan dan sebagainya itu juga merupakan porses pembangunan di suatu wilayah,” jelas dia.

“Saya bersama pak bupati ingin fokus disemua bidang pembangunan, namun sarana prasarana khususnya infrastruktur ini juga bisa menjadi fokus bersama dan kita ditahun 2022 akan perhatian untuk dimaksimalisasi jalan-jalan poros strategis di kabupaten. Untuk jalan-jalan lingkungan selian sudah diatas dan diprogramkan melalui dana desa dan juga Pemerintah Provinsi sebagian juga membnagun pembanguna jalan lingkungan. Artinya jalan lingkungan pemerintah kabupaten tetap memberikan atensi tetapi bebannya sudah agak berkurang,” ungkapnya.

Yang tidak kalah pentingya, menurut Sujiwo adalah masalah pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan, pertanian, perikanan, dan ini menjadi atensi Sujiwo bersama Bupati Kubu Raya dengan program-program yang sudah  dilakukan selama ini. “Tapi Insyaallah kami tidak akan pernah keluar dari visi dan misi Kubu Raya dan tentunya rencana pembangunan jangka pendek dan menengah yang saat in sedang berjalan tentunya menjadi fokus saya bersama pak bupati,” pungkasnya. (ash)