Bupati Kayong Utara Citra Duani mengharapkan agar Gubernur Kalbar Sutarmidji dapat kembali menganggarkan penanganan ruas jalan Provinsi di Kayong Utara, dengan kondisinya rusak berat di tahun 2022. Dikatakan dia, jalan poros ini menjadi jalan satu-satunya dari Pontianak menuju Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang, sehingga truk-truk ekspedisi dengan ukuran besar sering lalu lalang di jalan Provinsi ini. Bahkan tidak jarang ditemukan truk yang amblas dan terguling karena tak mampu melewati jalan berlubang yang semakin besar.

“Saya berharap Pemprov Kalbar bisa mengalokasikan anggaran yang cukup memadai karena penanganan infrastruktur jalan Kabupaten seperti poros jalan Siduk – Sukadana – Teluk Batang, Kayong Utara, yang panjangnya sekitar 80 kilometer sangat urgent. Sebagian besar rusak berat sementara alokasi anggaran peningkatan di pemeliharaan sangat minim sekali,” terang Bupati melalui sambungan telepon, Senin (13/12).

Pada 2022, Bupati berharap Pemprov Kalbar kembali menganggarkan peningkatan ruas jalan Provinsi di Kayong Utara berkisar Rp15,7 miliar, di luar anggaran pemeliharaan. Selain itu, dirinya juga berharap kepada Gubernur untuk juga menganggarkan dana hibah, guna menyelesaikan akses jalan Perawas yang menjadi jalur alternatif menuju Kota Pontianak.

Dikatakan legislator Partai Perindo tersebut, selama ini komunikasi yang intens antara kepala daerah Kayong Utara dan Gubernur Kalbar belum terlihat. Sehingga, lanjut dia, hal tersebut secara tidak langsung memberikan dampak bagi pembangunan jalan yang masih berstatus jalan provinsi ini.

“Tinggal komunikasi saja kepala daerah Kabupaten Kayong Utara bersama Pak Gubernur Kalimantan Barat. Selama ini kita belum pernah melihat dan mendengar kepala daerah kita (Bupati, Red) berkomunikasi langsung kepada Pak Gubernur untuk usulan-usulan pembangunan di Kabupaten Kayong Utara ini,” kata Decky, kemarin (13/12). Sebab, ia menyarankan komunikasi yang baik dan intens antara kepala daerah merupakan faktor penting dalam membangun sektor-sektor penting di Kayong Utara, khususnya jalan yang berstatus jalan Provinsi.

Saat ini, diakui Decky, kondisi jalan di Kayong Utara yang berstatus jalan Provinsi sudah mengalami rusak parah dan rawan mengancam keselamatan pengguna jalan. “Kita berharaplah kepada Bupati Kayong Utara untuk membawa Dinas PUPR Kayong Utara ke Provinsi, guna membahas kondisi jalan-jalan yang semangkin rusak parah. Jikalau dianggarkan di tahun depan dengan anggaran yang minim, maka akan semakin parah jalan poros Provinsi ini, karena  cuaca yang sering hujan akan memperparah dan mempercepat kerusakan jalan ini,” sambung dia. (dan)