DALAM tempo sepekan, TNI berhasil menggagalkan dua kasus penyelundupan burung berkicau kucica kampung atau akrab disebut kacer di perbatasan. Penangkapan dilakukan di dua tempat berbeda.

Pada Rabu (8/12) Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns yang sedang berpatroli di jalan alternatif/ jalan tikus dikejutkan dengan penemuan burung kacer sejumlah 345 ekor yang dikemas dalam 23 kotak di dalam hutan Dusun Sei Daun, Desa Malenggang, Sekayam, Sanggau. Dari 345 ekor tersebut, terdapat 150 ekor yang mati. Burung kacer mati tersebut kemudian dibakar. Sedangkan yang hidup langsung dilepasliarkan dan disaksikan oleh pihak TNI, BKSDA, karantina, dan beacukai.

Di tempat berbeda, tepatnya Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau, Satgas Pamtas menemukan 480 ekor burung kacer yang dikemas dalam 32 kotak. Berdasarkan informasi dari Arianto, petugas Balai Karantina Pertanian, burung kacer selundupan di Kecamatan Sekayam Sanggau ini belum sempat diserahkan ke Balai Karantina Pertanian Entikong. Kondisinya tidak ada satupun kacer yang hidup. Penyebab kematian diduga disebabkan oleh panas karena kotak-kotak berisi burung kacer tersebut ditemukan dalam semak. Barang bukti kemudian dibakar.(*)