Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kalimantan Barat (Kalbar) melaksanakan gelar operasi penegakan Peraturan Daerah (Perda) jelang Natal dan tahun baru, terkait dengan peredaran produk hewan dari luar provinsi, Rabu (22/12). Dalam operasi tersebut ditemukan telur ilegal yaitu telur ayam arab yang berasal dari Kabupaten Tulung Agung, Jawa Timur.

“Dari laporan yang masuk, opersai pagi hari (Rabu) kami menemukan telur ayam arab di Gudang Ekspedisi Putra Perdana di Jalan Husein Hamzah (Pal 3)”, ungkap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kalbar Y Anthonius Rawing. Dalam keteranganya telur tersebut ilegal masuk ke Kalbar karena tidak dilengkapi dengan rekomendasi gubernur.

“Sesuai ketentuan Pasal 60 ayat (3) Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016 tentang  Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan, lalu lintas hewan dan produk asal hewan dari dan ke dalam daerah (Kalbar) wajib mendapat Rekomendasi Gubernur dan Sertifikat Veteriner,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Masyarakat Satpol PP Kalbar Eddy Karmilan menambahkan terkait hasil pemeriksaan temuan telur ilegal tersebut. Menurutnya dari keterangan pemilik, bahwa telur dibawa dari Pelabuhan Semarang menggunakan KM. Dharma 9 pada Minggu (19/12). Lalu tiba di Pelabuhan Dwikora Pontianak pada Selasa (21/12). “Semua telur yang ditemukan selanjutnya telah kami amankan di Kantor Satpol PP Kalbar sebagai bukti temuan,” ungkapnya.

Selanjutnya berdasarkan Pasal 30 ayat (1) dan (2) Peraturan Gubernur Nomor 141 Tahun 2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016, Pemilik telur diminta untuk mengirim kembali telurnya ke tempat asal atau bila tidak maka akan dilakukan pemusnahan.

“Hasil pemeriksaan, pemilik bersedia dan sanggup untuk mengembalikan telur miliknya ke daerah asal pada 28 Desember 2021 nanti. Kami akan tegas, kalau tidak dikembalikan maka temuan telur ini akan dimusnahkan sesuai ketentuan yang ada,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kegiatan operasi penegakan Perda ini turut dihadiri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kalbar dan Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar. (bar/r)