Beberapa bulan menjelang akhir tahun 2021, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mulai aktif melakukan kunjungan kerja (kunker) ke beberapa wilayah di provinsi ini. Setelah akhir November lalu sempat berkantor di wilayah hulu Kalbar, akhir Desember ini, orang nomor satu di Pemprov Kalbar itu kembali melakukan kunker di wilayah pantai utara (pantura) yakni Sambas dan Singkawang. Sebelumnya, pada momen Natal, Midji menyambangi Kabupaten Landak, menemui mantan Gubernur Cornelis dan Bupati Karolin.

Pengamat Politik dari Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Dr Jumadi mengatakan sah-sah saja jika safari Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji ke berbagai daerah sebagai konsolidasi politik. “Sebagai incumbent, sah-sah saja jika menafsirkan seperti itu,” kata Jumadi di Pontianak, dilansir pontianakpost.co.id.

Ia menambahkan di tengah era demokrasi digital hal yang wajar ketika ada penafsiran terhadap aktivitas yang dilakukan kepala daerah.  Bahkan dilanjutkannya hal yang sama juga terjadi pada kepala daerah lain.  Aktivitas-aktivitas yang dilakukannya tentu tidak terlepas dari penafsiran publik. “Sekarang ini jangankan pilkada, pileg dan pilpres lebih awal dari pilkada, orang sudah memberikan tafsir, seperti Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa Tengah dan beberapa tokoh politik lainnya,” terang Jumadi.

Namun, lanjut Jumadi, bisa saja kunjungan kerja yang dilakukan Gubernur Sutarmidji ke berbagai daerah ditafsirkan sebagai bentuk safari politik untuk memastikan penyelenggaraan pembangunan bisa berjalan dengan baik. “Itu menjadi bagian dari tanggung jawab sebagai kepala daerah,” ujar dia.

Menurutnya hal ini didukung dari situasi pandemi yang hampir berjalan dua tahun. Selama kurun waktu itu, kepala daerah di Kalimantan Barat termasuk gubernur tidak melakukan kunjungan ke berbagai tempat. “Sah-sah saja jika menafsirkan seperti itu. Saya justru melihat, terlepas ada penafsiran seperti itu atau tidak, hampir dua tahun ini, Pak Midji kurang begitu intens turun ke lapangan karena fokus ke penanganan Covid-19,” terang Jumadi.

Saat situasi pandemi Covid-19 mulai melandai, momentum itu kemudian dimanfaatkan untuk melakukan kunjungan ke berbagai daerah. “Dalam upaya untuk memastikan program pembangunan yang dijanjikan terimplementasi dengan baik di lapangan,” pungkasnya.

Resmikan Jalan hingga Tinjau Vaksinasi

Kemarin di hari kedua kunkernya di Kabupaten Sambas, Midji sapaan karibnya menjalani berbagai agenda yang cukup padat, mulai pagi hingga sore hari. Pagi-pagi sekitar pukul 07.00, ia bersama beberapa kepala perangkat daerah, didampingi Bupati dan Wakil Bupati Sambas sudah berada di Halaman Masjid Jami Al-Muttaqin, Desa Teluk Kembang, Kecamatan Teluk Keramat. 

Agenda pagi itu adalah meresmikan ruas jalan Provinsi Simpang Bantanan I dan Simpang Bantanan II sepanjang 8,8 kilometer. Dua ruas jalan ini merupakan Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar tahun 2021 dan sudah tuntas dikerjakan.

Terkait dua ruas jalan yang sudah mulus itu, Midji meminta Dinas PUPR Kalbar terus menjaganya dengan pemeliharaan rutin. Jika nanti kondisi jalan tersebut sudah ada yang rusak, walaupun sedikit, maka harus cepat diperbaiki. “Jangan sudah rusak parah baru ditangani, jadi terus dipelihara,” pesannya.

Selain ruas jalan tersebut, Midji menyebut beberapa ruas jalan lain hingga ke wilayah Pantai Temajuk, Kecamatan Paloh juga akan terus diperbaiki. Di sisa masa jabatannya yang masih sekitar 22 bulan, ia berharap pembangunan di berbagai sektor bisa dimaksimalkan. “Jadi ini (jalan) berkelanjutan lagi tahun depan, mudah-mudahan di masa jabatan saya sampai tahun anggaran 2023 nanti bisa (tuntas),” ujarnya.

Midji memaparkan panjang jalan provinsi se-Kalbar totalnya ada lebih dari 1.000 kilometer. Dari hitungannya, untuk bisa membuat seluruh jalan itu menjadi kondisi mantap, butuh anggaran mencapai Rp9 triliun. Jika hanya mengandalkan APBD provinsi hal itu tentu akan sulit terpenuhi. Karena dalam satu tahun, kata dia, Pemprov paling mampu menganggarkan sekitar Rp500-600 miliar, khusus untuk jalan.

“Jadi jalan itu rata-rata depannya baru diperbaiki, belum sampai ujung sudah rusak lagi. Tambah lagi kondisi kita ini kalau jalan tak ada saluran, pasti cepat rusak. Karena musuh aspal itu air,” terangnya.

Namun demikian, ia berjanji akan menganggarkan untuk pembangunan jalan semaksimal mungkin. Setiap tahun angkanya juga akan terus ditingkatkan. “Jadi tiap tahun (jalan) kami anggarkan, bukan hanya di sini (Sambas), mudah-mudahan setiap tahun makin banyak,” imbuhnya.  Ia mengatakan, Pemprov berusaha untuk terus memeratakan pembangunan di wilayah Kalbar.

Itu agar semua masyarakat bisa menikmati dan kegiatan ekonomi masyarakat bisa berjalan baik. Sesuai dengan janji-janji kampanye serta visi misinya, selain infrastruktur, pembangunan di sektor pendidikan juga dinilai penting.

Ia berharap semua anak-anak yang ada di Kalbar jangan sampai ada yang tidak lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Tidak boleh ada anak-anak yang putus sekolah. “Minimal tamat SMA, tapi kalau dapat lanjutkan kembali, sehingga perguruan tinggi perlu ada di Sambas ini, sudah ada, tapi perlu banyak,” pintanya.

Lalu yang ketiga, tak kalah penting adalah bidang kesehatan. Ia meminta hal-hal terkait bidang kesehatan juga perlu diperhatikan. Apalagi saat ini semua daerah dan negara masih dihadapkan pada pandemi Covid-19. Midji lantas meminta desa-desa, bisa melihat kondisi daerah masing-masing. “Jadi infrastruktur, pendidikan dan kesehatan itu penting,” ucapnya.

Plt Kepala Dinas PUPR Kalbar Sukri menambahkan, setelah ruas jalan Simpang Bantanan I dan Simpang Bantanan II, tahun depan kembali akan dianggarkan kelanjutannya untuk ruas Jalan Tanjung Harapan-Tanah Hitam. Kemudian ruas Jalan Tanah Hitam-Merbau, setelahnya baru sampai ke jalan nasional di kawasan Pantai Temajuk. “Kami harapkan 2023 sudah aspal semua. Penganggarannya akan lanjut terus,” katanya.

Mengenai panjang ruas jalan, untuk Jalan Tanah Hitam-Merbau, sesuai SK Gubernur, ia menyebut panjangnya 35 kilometer. Sementara Jakan Tanjung Harapan-Tanah Hitam sekitar 14,1 kilometer. “Kalau Bantanan I dan II itu 8,8 kilometer,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Desa Teluk Kembang Badar mengatakan, ruas jalan Simpang Bantanan I dan Simpang Bantanan II memang sudah cukup lama dinantikan masyarakat setempat. Dari awal pertama kali jalan tersebut dibuka tahun 1997, baru tahun ini jalan itu bisa mulus 100 persen. “Jadi kami setelah merdeka tahun 1945, akhirnya sudah benar-benar merdeka di tahun 2021 ini,” ucapnya.

Kini masyarakat yang tinggal di sepanjang Jalan Simpang Bantanan I dan Simpang Bantanan II sudah bisa menikmati jalan baru tersebut. Harapannya jalan yang ada bisa memudahkan akses masyarakat dan meningkatkan perekonomian secara luas. “Atas nama masyatakat desa kami banyak ucapkan terima kasih (jalan sudah bagus). Mudah-mudahan jadi amal jariyah untuk para pemimpin kita, Pak Gubernur, Pak Bupati,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sambas Satono mengatakan Jalan Simpang Bantanan I dan Simpang Bantanan II memang sudah dinantikan masyarakat sejak puluhan tahun lalu. Ketika jalan sudah dalam kondisi baik seperti sekarang, ia mengingatkan agar bisa dimanfaatkan dengan benar. Jangan sampai justru terjadi pelanggaran dalam berlalu lintas, seperti kebut-kebutan tanpa menggunakan helm.

“Saya tidak ingin kejadian beberapa waktu yang lalu seperti di poros jalan Galing sampai ke Aruk. Begitu bagus jalan, berlomba orang naik motor, banyak kecelakaan. Lalu juga jalan yang sudah bagus, bukan untuk jemur padi. Ibu-ibu, bapak-bapak, harus perhatikan itu,” pesannya.

Lalu yang juga menjadi masalah di Sambas menurutnya adalah mengenai daya dukung jalan. Satono mengatakan di Kabupaten Sambas belum ada jembatan timbang. Sementara banyak kendaraan angkutan melintas, melebihi kapsitas yang seharsunya. Itu yang kemudian membuat jalan-jalan di sana cepat rusak. “Jadi overload, harusnya kendaraan mengangkut delapan ton, dibantai 10 ton, 12 ton, itu cepat merusak jalan,” ucapnya.

Untuk itu, ia pun mengajak masyarakat bersama-sama menjaga jalan yang sudah dibangun. Karena tidak mudah untuk mendapatkan program-program pembangunan yang banyak di daerah. Apalagi Pemprov tidak hanya mengurus jalan di Kabupaten Sambas saja, tapi juga 13 daerah kabupaten/kota lainnya se-Kalbar.

“Jadi bersyukurlah jalan diarahkan (dibangun) di Sambas, di sini. Tugas kita semua, menjaga, merawat serta melestarikan agar tahan lama,” pungkasnya.

Usai meresmikan ruas jalan provinsi, agenda gubernur berlanjut dengan peninjauan program vaksinasi Covid-19 di beberapa titik. Seperti di Desa Sayang Sedayu, Desa Matang Segantar dan Desa Nibung. Selama peninjuan vaksinasi Midji terlihat selalu berbaur dan akrab mengajak masyarakat berbincang-bincang. Dalam tiap kesempatan ia juga selalu membagikan bantuan bahan pokok kepada warga yang mau divaksin.

Lalu sekitar pukul 11.00 sampai 12.00, Midji sempat meresmikan Kantor Cabang (Kacab) Pembantu Bank Kalbar di Desa Nibung, Kecamatan Paloh. Usai dari paloh, rombongan langsung menuju Kecamatan Pemangkat untuk istirahat sejenak dan menunaikan salat di Masjid Raya Pemangkat.

Agenda di Singkawang

Menjelang sore menuju arah Kota Singkawang, Midji kembali menjalani beberapa agenda. Ia antara lain mengunjungi masjid bersejarah Sirojul Islam di Desa Parit Baru dan meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas. Setelah agenda terakhir itu, Midji menuju Kota Singkawang dan kembali menginap di sana untuk kemudian menjalani beberapa agenda pada, Selasa (28/12).

Dari informasi yang dihimpun, hari ini di Kota Singkawang, gubernur akan menjalani tiga agenda. Di antaranya meninjau ruas jalan provinsi Singkawang-Bengkayang di Kecamatan Singkawang Timur. Lalu menghadiri peletakan tiang pancang pembangunan Masjid Agung Singkawang dan temu kader posyandu di Kantor Wali Kota Singkawang.

Dari Kota Singkawang, gubernur bertolak ke Kabupaten Mempawah untuk menghadiri beberapa kegiatan sekaligus menuju arah pulang ke Kota Pontianak. Salah satunya mengunjungi Pelabuhan Internasional Kijing.

Dalam kunker selama empat hari, mulai Sabtu (25/12) sampai hari ini Selasa (28/12), Midji telah mengunjungi lima kabupaten/kota, mulai dari Kabupaten Landak, Bengkayang, Sambas, Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas.

Di Kabupaten Landak ia bahkan sempat bersilaturahmi ke rumah Anggota DPR RI Cornelis dan Bupati Landak Karolin Margret Natasa, dalam momen Natal. Di sana Midji terlihat akrab berbincang-bincang mengenai banyak hal dengan mantan Gubernur Kalbar dua periode itu.

Tak hanya kali ini, Gubernur Sutarmidji sebelumnya juga sempat kunker ke beberapa daerah lain. Di akhir November lalu misalnya, gubernur sudah menuntaskan kunker di semua kabupaten yang berada di wilayah hulu Kalbar. Itu menjadi kunker pertama gubernur setelah dua tahun pandemi, dirinya tidak banyak berkunjung ke luar daerah.

Pada 21 November 2021, Midji mengunjungi Kabupaten Melawi. Selama tiga malam ia menginap di Pendopo Bupati Melawi. Di sana ia memiliki beberapa agenda. Mulai dari memberikan bantuan untuk korban banjir hingga meninjau ruas jalan provinsi. Di Melawi, Midji bahkan sempat datang ke desa terakhir yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Tengah yakni Desa Nanga Sokan, lalu meresmikan Kantor Cabang Pembantu Bank Kalbar Kota Baru.

Usai dari Melawi, mantan Wali Kota Pontianak dua periode itu mengunjungi Kabupaten Sintang dan menginap beberapa hari. Ketika pulang menuju Kota Pontianak, ia pun menyempatkan diri berkunjung ke beberapa kabupaten sekitar seperti Sekadau dan Sanggau. Tak hanya sampai di situ, pada 8 Desember 2021, ia kembali datang ke Kabupaten Sintang. Kala itu ia sekaligus mendampingi kunker Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk meninjau situasi pascabanjir dan penanganan banjir Sintang.

Setelah kepulangan presiden, esok harinya pada 9 Desember 2021, Midji juga sempat meninjau pembangunan jalan provinsi di Kecamatan Binjai. Dalam kunjungan kedua kalinya di Sintang itu, Midji sempat menginap beberapa hari hingga membuka kegiatan MTQ tingkat provinsi pada Sabtu (11/12). Dalam beberapa bulan menjelang tutup tahun 2021, gubernur yang sudah menjabat sejak September 2018 itu hampir mengunjungi semua kabupaten/kota. Yang tersisa hanya Kabupaten Kayong Utara dan Ketapang. (bar)