Seorang nelayan di perairan Pulau Maya, berhasil ditemukan setelah dinyatakan hilang, saat melakukan perbaikan kipas kemudi kapal lantaran tersangkut pukat, Selasa (28/12) dini hari kemarin. Korban atas nama Herman tersebut ditemukan satu hari setelah dinyatakan hilang, Rabu (29/12) dan dinyatakan tidak bernyawa lagi.

Mengenai hal ini anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara, Alias Syahroni, yang juga ikut melakukan pencarian membenarkan mengenai penemuan korban dan sudah tidak bernyawa lagi. Korban ditemukan mereka dalam kondisi mengapung.

“Alhamdulillah korban atas nama Herman sudah ditemukan hari ini pada pukul 11.50 WIB, lokasi ditemukan sekitar 2 mil dari lokasi korban hilang. Alhamdulillah puluhan kapal nelayan dan Tim Basarnas serta BPBD kerja keras untuk mencari Korban,” terangnya kepada Pontianak Post, Rabu (29/12) diberitakan pontianakpost.co.id.

Dalam hal ini, dirinya secara pribadi dan DPRD menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terlibat dalam pencarian, sehingga korban berhasil temukan. “Saya atas nama DPRD mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang juga membantu serta atas kerja sama semua nelayan dan Tim Basarnas dan BPBD yang tetap semangat  dalam proses pencarian korban,” ungkapnya. “Tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Pulau Maya maupun melalui media sosial yang bantu mendoakan agar Saudara Herman segera ditemukan,” lanjutnya.

Selanjutnya, dia mengatakan bahwa dalam proses pencarian tersebut terdapat 40 kapal nelayan ikut melakukan pencarian. Untuk salah satu kapal yang kali pertama menemukan korban, menurut dia, yaitu kapal Cik Yani. “Kapal nelayan yang juga ikut mencari korban sekitar 40 kapal. Salah satu kapal nelayan yang menemukan korban yaitu kapal Cik Yani dan orang yang pertama melihat korban yang mengapung di laut itu yaitu saudara kapok,” tambahnya. 

Hal senada dikatakan Danpos Basarnas Kabupaten Kayong Utara, Akhyar, membenarkan korban telah ditemukan. Dikatakan dia, dalam melakukan pencarian dengan pola pencarian visual dan penyisiran permukaan dengan search area seluas 76 nanometer persegi.

“Ditemukan korban pada tanggal 29 Desember 2021, pukul 11.50 WIB pada koordinat 01° 21′ 36″ S – 109° 36′ 28″ E (2 nanometer dari LKK) korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal duniai. Selanjutnya PD TW 12.30 korban dievakuasi ke rumah korban di Tanjung Satai dan selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga,” terangnya.

Sementara itu, dalam melakukan pencarian melibatkan sejumlah pihak yang ada, seperti Tim Rescue Unit Siaga SAR Kayong Utara, Polsek Pulau Maya, Koramil Pulau Maya, Pemkab Kayong Utara, BPBD Kabupaten kayong Utara, Potensi SAR Kayong Utara, Puskesmas Pulau Maya, keluarga korban, dan masyarakat setempat. (dan)