Perhelatan Pemilihan Gubenur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Provinsi Kalimantan Barat memang masih lama. Hitungan ke depannya masih tersisa dua tahun lebih. Namun dari hulu ke hilir, lawan-lawan tangguh petahan (Sutarmidji-Ria Norsan) mulai bermunculan. Nama-nama Bakal Calon Kepala Daerah (Bacalonkada) tersebut diprediksi maju. Latar belakangnya bermacam-macam. Dominasi terbanyak dari partai politik.

Nama petahana Sutarmidji, yang masih menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Barat bersama Ria Norsan, Wagub Kalbar diprediksi bakalan maju kembali. Entah keduanya masih mesra melanjutkan kebersamaan atau berpisah, kans keduanya bertarung kembali memang terbuka lebar. Menjadi kawan atau justru bertempur?

Yang menarik tentunya melawan petahana Sutarmidji di Pilgub Kalbar 2024 mendatang. Hampir semua kontenstan yang maju, memang berniat besar “melengserkan” Sutarmidji dalam pertarungan Pilgub 2024. Namun bagaimanapun incumbent memiliki magnet tersendiri. Pengaruhnya masih ada. Di bawah kendali pemerintahannya, APBD masih dapat “diberdayakan” ke masyarakat 14 kabupaten/kota di Kalbar. Selain bertujuan memakmurkan masyarakat lewat program-program rakyat, juga untuk tujuan politik.

Gubernur Kalbar Sutarmidji misalnya  sudah mulai “start” meskipun bukan dalam rangka berkampanye politik. Kunjungannya ke berbagai daerah sudah mulai intens dilakukan, sejak beberapa waktu belakangan. Di Kabupaten Sintang, daerah tempat bencana banjir terjadi, mantan Wali Kota Pontianak 2 periode ini pernah berkantor di sana beberapa hari. Ke wilayah perbatasan juga pernah disambanginya. Di Kabupaten Sambas banyak agenda kegiatan yang dilakukan orang nomor 1 di Kalimantan Barat ini.

Terhadap seringnya Gubernur Kalbar ke berbagai berbagai daerah di Kalbar, pengamat politik Ireng Maulana menyebutkan bahwa intensitas kunjungan Gubernur Kalbar  ke beberapa kabupaten yang cukup padat akhir-akhir ini tentu memunculkan beragam spekulasi bagi publik. Tentu secara pragmatis, tujuan kunjungan tersebut  memberikan signal jika Gubernur Sutarmidji sedang memperkuat political standing kepada publik, bahwa dirinya pemimpin yang memahami persoalan langsung dari bawah, dan mengatasinya dengan otoritas yang dimiliki.

Nah upaya pemenuhan janji-janji politiknya terdahulu, tampak harus langsung disaksikan oleh publik dengan kehadirannya di garis depan. Memori publik harus dirawat Gubernur Kalbar, jika berorientasi kepada agenda elektoral di tahun 2024 mendatang. Sebagai seorang politisi, Gubernur Kalbar Sutarmidji memahami benar jika political standingnya harus terus menguat dan kepercayaan publik tidak boleh goyang. Sebab memang  menyangkut urusan dukungan di masa mendatang.

“Dukungan publik harus terus dipelihara nyalanya dan tidak boleh redup apalagi sampai padam. Namun dari aspek tanggungjawab sebagai pimpinan daerah, Gubernur Kalbar sebenarnya hanya melaksanakan tugas biasa turun langsung ke daerah daerah sebagai olah kedinasan, tidak kurang tidak lebih,” ucapnya.

Aktivitas kunjungan semacam ini, lanjutnya, jelas normal dan biasa. Tidak ada yang istimewa dengan kegiatan gubernur semacam ini. “Istilahnya Business As Usual,” ucapnya.

Lalu bagaimana dengan agenda Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan. Walaupun masih sejalan dalam menjalankan roda pemerintahan Kalimantan Barat sampai 2024, bukan berarti Wagub Kalbar tidak memiliki peluang maju. Maju sebagai orang nomor 2 di Kalbar kembali mendampingi petahana. Atau berdiri sendiri dengan mengandeng beragam kendaraan politik. Nama Ria Norsan sendiri mulai banyak dikaitkan dengan berbagai partai politik di Kalbar.

Pada acara pelantikan dan pengukuhan Ketua Umum DPD Demokrat Kalbar, Ermin Elvian,
beberapa waktu lalu misalnya. Nama Ria Norsan santer disebut-sebut sebagai salah satu figur kuat yang dapat memakai perahu dengan lambang mercy ini. Apalagi kaitan kekerabatan dengan Ketua Demokrat yang baru. Jelas dapat “mengantarkannya” untuk bertarung sendiri di Pilgub Kalbar. Belum lagi sebagai penasehat di Partai Golkar, Ria Norsan juga menjadi salah satu anak emas partai dengan ciri khas pohon beringin ini.

Melalui wawancara dengan harian Pontianak Post beberapa waktu lalu. Apakah mungkin tahun 2024 diusung dari Partai Demokrat untuk KB1 atau KB 2 ? Wagub Kalbar kemudian menjawab dengan nada santai. “Bisa jadi dan bisa tidak diusung dari Partai Demokrat,” katanya singkat.

Selanjutnya, kalau diminta Partai Demokrat untuk bertarung di Pilgub Kalbar 2024 ? Ria Norsan kembali memberikan penegasan kalau memang tujuannya maju bertarung untuk mengabdi kepada masyarakat dan rakyat, dirinya siap lahir batin. “Saya siap, kalau memang amanahnya untuk memberikan yang terbaik dan mengabdi ke masyarakat Kalbar,” tukasnya.

Sinyal jawaban tersebut, membawa nama Wagub Ria Norsan beberapa waktu belakangan santer bakalan menjadi lawan tangguh petahana Sutarmidji seandainya memang berpisah pada tahun 2024 mendatang. Nama Wagub Kalbar ini, bahkan terus bermunculan di berbagai jaring media sosial seperti facebook, twitter, grup tele, telegram, dan grup whatsapp. Banyak yang menjodoh-jodohkannya untuk bertarung dengan bacalonkada ini dan bacalonkada itu.

Partai Beringin sendiri memang tidak kekurangan kader dari tingkatan internalnya. Selain Ria Norsan, petahana Wakil Gubernur Kalbar juga ada Dewan Pertimbangan DPD Golkar Kalbar seperti Adrianus Asia Sidot, anggota DPR RI dari dapil Kalbar 2. Nama Prabasa Anantatur, Wakil Ketua DPRD Kalbar sekaligus mantan Wakil Bupati Sambas dan Bupati Ketapang Martin Rantan juga ikut dijagokan.

Namun, nama paling kuat dan santer di Golkar adalah sosok politisi muda yang cukup mentereng di kanca politik nasional. Dia adalah Maman Abdurahman, Ketua DPD 1 Golkar Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Wakil Ketua Komisi VII DPR RI.

Nama politisi muda Golkar ini ikut didorong di internal partainya,  bertarung berebut kursi Gubernur atau  Wakil Gubernur Kalbar tahun 2024 mendatang. Maman sendiri memang belum mengiyakan maju atau tidak. Tapi dari berbagai keterangan di media, bahwa kader Golkar akan didorong maju karena memang banyak memiliki kader-kader potensial.

Nama lain seperti Lasarus, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Barat diprediksi bakalan jadi lawan tangguh Sutarmidji ke depan. Anggota DPR RI dari Dapil Kalbar 2 sekaligus Ketua Komisi V DPR RI ini bulat didukung oleh 14 DPC PDI Perjuangan dari 14 Kabupaten/Kota untuk bertarung di Pilgub Kalbar tahun 2024 mendatang. Selain dari internal partai, dukungan juga banyak disuarakan kaum akar rumput di bawah.

Nama lain seperti Karolin Margret Natasa, Bupati Landak juga layak menjadi perhitungan pada Pilgub Kalbar tahun 2024 mendatang. Sekretaris PDI Perjuangan Kalbar ini, sebelumnya pernah menjadi lawan tangguh pasangan Sutarmidji-Ria Norsan di Pilgub 2019-2024. Meski tidak menang, tetapi kans politisi cantik PDI Perjuangan Kalbar ini untuk bertarung kembali, masih terbuka lebar.

PAN Kalbar sendiri juga mendorong kader internalnya untuk maju. Nama Boyman Harun,  Ketua DPW PAN Provinsi Kalimantan Barat sekaligus anggota Komisi V DPR RI bulat disuarakan internalnya untuk maju. Maju sebagai KB1 atau KB2. Nah, nama mantan Wakil Bupati Ketapang juga berpengalaman bertarung pada Pilgub 2019-2024 silam. Boyman berpasangan dengan Milton Crosby. Diprediksi namanya kembali akan meramaikan bursa pilgub Kalbar.

Politisi NasDem Kalbar, Syarif Abdullah Alkadrie sekaligus Ketua DPW NasDem Kalbar ramai disuarakan maju dari tingkat internalnya ke Pilgub Kalbar. Meskipun belum pernah memberikan pernyataan ke publik, tetapi kans Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini maju cukup terbuka. Hanya memang belakangan, politisi dari Dapil Kalbar 1 cukup intens mengintai Pilbup Kubu Raya. Diprediksi Ami Dollah sebutan karibnya bakalan maju ke Pilbup Kubu Raya tahun 2024 mendatang.

Terkait Pilbup Kubu Raya, Syarif Abdullah Alkadrie pernah menyampaikan niatnya untuk maju di Pilkada Kubu Raya. “Kalau memang rakyat Kubu Raya menghendaki saya maju, insha allah amanah tersebut akan saya tunaikan,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Nama lainnya seperti Yuliansyah, pengusaha sekaligus Ketua DPD Gerindra Kalimantan Barat punya peluang sama pada Pilgub Kalbar 2024 mendatang. Maju sebagai KB 1 atau KB 2. Namun seperti politisi lain, pengurus IMI Kalbar ini rupanya lebih banyak berkutat di Kubu Raya, keluar masuk kampung. Kabarnya, pengusaha minyak ini bakalan bertarung di Pilbup Kubu Raya 2024 mendatang.

Nama-nama kepala daerah yang santer dan berpeluang maju baik sebagai KB 1 atau KB2 adalah  Martin Rantan, Ketua DPD 2 Golkar Kabupaten Ketapang. Pohon beringin juga ikut mempertimbangkan namanya untuk mengikuti suksesi Pilkada 2024 mendatang. Apalagi nama Bupati Ketapang ini sedang menjalani 2 periode pemerintahannya sebagai Kepala Daerah di wilayah yang dikenal dengan makanan khas kerupuk amplang ini.

Nama lain seperti Muda Mahendrawan, Bupati Kubu Raya yang juga tengah menjalani 2 periode masa pemerintahannya. Dia memiliki peluang serupa maju di Pilgub Kalbar. Namanya juga ramai menjadi perbincangan masyarakat untuk kembali bertarung di kanca politik Kalbar.

Nama-nama tokoh politik Kalbar sekaligus Ketua Partai Politik di Kalimantan Barat juga banyak menyendot perhatian publik. Ada Suyanto Tanjung alias Ajung, Ketua Hanura Kalbar yang masih menjabat sebagai anggota DPRD Kalbar, Mulyadi Tawik yang memimpin PKB Kalbar. Sementara nama Thamrin Usman mantan Rektor Untan juga disebut-sebut tengah mengumpulkan kekuatan untuk bertarung di KB1 atau KB2 Kalbar.

Peluang tokoh  partai politik, bupati dan tokoh masyarakat di Kalbar ikut diamini  Pengamat Politik Universitas Tanjungpura Pontianak Dr. Erdi Abidin beberapa waktu lalu. Menurutnya boleh saja semua tokoh-tokoh dimajukan oleh partai politik manapun.

“Silakan saja, untuk menjadi Bacalonkada Gubernur atau Wakil Gubenur Kalbar. Itu adalah hak politik para tokoh atau orang yang ditokohkan masyarakat dan diajukan menjadi pemimpin daerah,” katanya beberapa waktu lalu.

Para tokoh-tokoh tersebut, selain diberikan kebebasan maju di suksesi politik Kalbar, juga harus memperhitungkan perolehan suara atau jumlah perahu. Sebab, sistem perpolitikan di Indonesia, tanpa dukungan parpol juga bakalan sulit mendudukan Bacalonkada bertarung di Pilgub Kalbar 2024, meski maju dari jalur perseorangan memungkinkan. “Parpol mau tidak mau adalah penentu, siapapun tokoh yang akan maju,” ucapnya.

Erdi mengatakan bahwa Bacalonkada yang akan bertarung di Pilgub 2024 punya program saling terhubung dan harus diwujudkan ketika sudah menjadi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar. Track rekor Bacalonkada juga layak menjadi pertimbangan ketika akan mendorongnya di Pilgub mendatang. Artinya jangan sampai ada “orang” tertentu dimunculkan secara tiba-tiba tanpa trak rekor melekat ke masyarakat.

Selanjutnya diharapkan pada Pilgub 2024, Partai Politik mau mempergunakan kompetensi ketokohan Bacalonkada yang akan didorong maju. Bisa saja, partai politik mendorong sendiri atau parpol berembuk bersama dalam memotret tokoh yang akan didorong. Sebab, nama-nama kepala daerah dengan ketokohan melekat ke masyarakat akan memiliki nilai jual.

“Jujur saya lebih menyukai Bacalonkada berkompetensi dulu memasarkan diri dan membidik apa harapan masyarakat  ke depan. Saya juga berharap, parpol-parpol tidak masing-masing mencalonkan jagoannya, meski parpol punya hak penuh memberikan atau merekomendasikan Bacalonkada,” ucapnya.

Parpol-parpol yang baik adalah satu napas. Melakukan diskusi, mengevaluasi sebelum  memilih atau menetapkan satu nama saja. Sehingga yang disuguhkan ke warga benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Menyuguhkan banyak nama Bacalonkada untuk Pilgub Kalbar 2024 mendatang, jelas akan membuat binggung masyarakat.

“Idealnya Pilgub Kalbar 2024 mendatang dari kacamata pribadi saya cukup maksimal  dengan 3 pasangan Bacalonkada atau minimal 2 pasangan saja. Maka dari itu parpol-parpol yang punya kandidat dan kesempatan mengusulkan dapat membuat koalisi yang benar-benar utuh,” usulnya. (den)