Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu melakukan penahanan terhadap tersangka S, yang diduga melakukan korupsi dalam Pembangunan atau Penimbunan Terminal Bunut Hilir, Tahun Anggaran 2018 yang bersumber dari APBD Kabupaten Kapuas Hulu.

Kajati Kalbar, Dr. Masyhudi, SH, MH mengatakan penahanan dilakukan pada Rabu, (2/2) setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 27 saksi dari pejabat maupun swasta.

“Tersangka inisial S,  diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam pembangunan atau penimbunan Terminal Bunut Hilir Tahun Anggaran 2018 yang bersumber dari APBD Kabupaten Kapuas Hulu, terhadap pelaksana pekerjaan dalam pembangunan atau Penimbunan Terminal Bunut Hilir Tahun Anggaran 2018 yang bersumber dari APBD Kabupaten Kapuas Hulu,” ujarnya diberitakan pontianakpost.co.id.  Akibat perbuatan tersangka, lanjut Masyhudi mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp316.742.294,68.

Tersangka S  ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu Nomor: Print-01/O.1.16/Fd.1/02/2022 tanggal 02 Februari 2022, di tahan selama 20 (dua puluh) hari kedepan (tanggal 02 Februari 2022 s/d 21 Februari 2022), di Rumah Tahanan (RUTAN) Kelas IIB Putussibau.

Penyidikan ini masih terus berlangsung dan agar dipercepat penyelesaiannya. Kajati Kalbar Dr. Masyhudi, SH, MH menyampaikan Kejaksaan Tinggi Kalbar akan terus dan tetap konsisten dalam penegakan hukum terutama dalam perkara korupsi, dengan mewujudkan penegakan hukum yang berkepastian, berkeadilan dan berkemanfaatan.

“Semoga ini bisa membuat Kalbar menjadi lebih  baik dan tidak ada penyimpangan dalam penggunaan Keuangan Negara,” harapnya. Sebelum dilakukan penahanan, terhadap tersangka dilakukan swab test antigen dan dinyatakan negative dan tetap melaksanakan protokol kesehatan. (mrd)