Sekda Melawi Paulus mengatakan, angka stunting di Melawi berada pada angka 30,07 persen. Agar angka stunting turun, perlu kejasama lintas sektor dalam penanganannya.

“Angka Stunting Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Melawi berkisar di angka 30,07 persen. Ini menjadi perhatian bersama melalui berbagai lintas sektor bagaimana menurunkan angka stunting,” ujar Sekda Melawi Paulus saat memimpin Rapat Koordinasi Rencana Aksi Nasional (RAN) Percepatan Penurunan Angka Stunting di Kabupaten Melawi, belum lama ini.

Menurutnya, terdapat beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki dalam penanganan stunting di Melawi. Pertama tentunya membangun kolaborasi kerjasama kesemua stakeholder untuk menurunkan angka stunting ini. Tentu ini bukan perkara mudah. Sebab turun tidaknya angka stunting bisa dilihat bagaimana implementasi di lapangan ke depan.

Dengan kondisi stunting di Kabupaten Melawi sekarang ini menjadi perhatian serius dan kerja keras disemua sektor. “Kalau angka Stunting bisa diturunkan itu menunjukkan bahwa kehidupan kita sudah semakin sejahtera,” jelas Paulus.

Dalam upaya penurunan stunting, selain itu angka yang perlu ditekan adalah masalah kemiskinan. Menurutnya jika masih banyak masyarakat miskin, maka mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya.

Kabupaten Melawi harus bangun optimisme bahwa angka stunting di Melawi bisa diturunkan. “Kami sangat mendukung dan mensuport. Harus ada aksi dan kerja nyata,” ungkapnya. Dalam kegiatan ini, juga dihadiri Plt Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar Muslimat yang koordinasi langsung dalam mengupayakan penurunan stunting di Kalbar.(iza)