Kalimantan Barat merupakan provinsi yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Panjang perbatasan darat mencapai 1.000 km lebih. Untuk itu Kalbar menjadi salah satu daerah yang paling rawan penyelundupan barang-barang terlarang, seperti narkotika.

“Panjang perbatasan Kalbar lebih dari 1.000 km dan begitu terbuka. Sepertinya data kita harus diubah. Kalau selama ini data kita ada 52 jalur tikus, sekarang lebih. Jumlah 52 itu juga bukan jalan tikus, karena gajahnya juga bisa lewat,” kata Kepala BNN Kalbar, Bigjen Pol Budi Wibowo.

“Para pelaku sendiri mencoba membuat jalan-jalan tikus baru, karena mereka sudah tahu, jalan tikus yang lama sudah dijaga oleh petugas. Dan itu sangat berpotensi untuk dilakukan jalur penyelundupan,” sambungnya.

Waka Polda Kalbar Brigjen Pol Asep Safrudin mengatakan, memberantas narkoba tidak bisa sendiri. Perlu ada sinergitas karena narkotika adalah musuh bersama. Terlebih, kata Asep, Kalbar berbatasan dengan negara Malaysia, jadi berbeda karakteristik dengan provinsi-provinsi lain. Wilayahnya pun sedemikian luasnya sehingga tidak mungkin diawasi oleh satu instansi.

“Karena itu kami bersama stakeholder lainnya berupaya melakukan pengungkapan, pencegahan, agar Kalbar tidak lagi menjadi jalan masuk narkoba,” pungkasnya. (arf)