Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Hary Agung Tjahyadi mengatakan 14 kabupaten/kota di provinsi ini masuk dalam kategori Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1.

Penerapan ini berdasarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 30 Tahun 2022 yang terbit pada 7 Juni 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2, dan Level 1 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Masa berlakunya terhitung sejak tanggal 7 Juni hingga 4 Juli 2022.

“Seluruh kabupaten/kota di Kalbar sudah masuk PPKM level 1,” kata Hary di Pontianak.  Hary mengajak masyarakat untuk tetap menaati protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, atau pakai penyanitasi tangan, menghindari kerumunan dan mobilisasiSebab masih dalam situasi pandemi Covid-19 dan belum dinyatakan endemi. Lanjut Hary, kepatuhan itu untuk memastikan tidak ada lagi tambahan kasus Covid-19 di Kalimantan Barat, dengan begitu aktivitas masyarakat perlahan-lahan bisa kembali pulih.

“Mudah-mudahan bisa mempertahankan level satu sehingga kegiatan aktivitas masyarakat akan pulih kembali. Namun tetap memperhatikan protokol kesehatan,” pesan Hary.

Ia menjelaskan kepatuhan terhadap protokol kesehatan tidak hanya melindungi masyarakat dari Covid-19 tapi juga penyakit menular lainnya. Sehingga ia berharap kepatuhan itu seperti memakai masker, atau mencuci tangan menjadi kebiasaan yang tidak hilang di masyarakat.

“Mencuci tangan pakai sabun adalah bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat. Mudah-mudahan menjadi budaya di masyarakat. Termasuk masker, bagaimanapun juga masker melindungi diri dari penularan penyakit yang melalui saluran pernapasan atau pencernaan, jadi bukan hanya kaitan dengan covid-19 tapi juga penyakit menular lainnya,” terang Hary.

Sementara itu untuk perkembangan kasus Covid-19 Hasil New All Record (NAR) menunjukkan kondisi yang terkendali dan sangat baik. Berdasarkan data NAR dalam seminggu terakhir, empat hari di antaranya tidak ada penambahan kasus. Sementara tiga hari lainnya ada tambahan kasus baru.

“Sekitar lima kasus baru dan positif rate di bawah satu persen, sehingga ini kondisi yang menunjukkan tingkat penularan Covid-19, sangat rendah,” imbuh Hary.

Sedangkan jumlah kasus aktif sebanyak empat orang. Satu dirawat di rumah sakit. Tiga lainnya menjalani isolasi mandiri. Dalam data Dinas Kesehatan, secara keseluruhan total kasus konfirmasi sebanyak 64.680 orang. Kemudian kasus sembuh sebanyak 63.533 orang atau setara 98.23 persen dan kasus konfirmasi meninggal dunia sebanyak 1.143 orang atau setara 1.77 persen. (mse)