Penampakan buaya di tepian Sungai Landak beberapa hari terakhir membuat heboh warga Dusun Tanjung Desa Hilir Tengah Kecamatan Ngabang, terlebih bagi mereka yang bermukim di pinggir sungai.

Satpol PP Kabupaten Landak bersama Polsek Ngabang, Koramil Ngabang, BPBD, BKSDA Provinsi Kalbar dan Komunitas Reptilia Landak mengedukasi masyarakat tepian sungai untuk menghindari bahaya buaya, Kamis (9/6). Buaya jenis katak yang memiliki panjang hingga 3 meter dengan bobot diperkirakan mencapai 100 kilo tersebut dikabarkan sudah menampakan dirinya beberapa kali di lokasi pesisir keresik bunting Dusun Tanjung. 

Kepala Seksi Pencegahan Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Landak, Donny Oscar mengatakan memberikan Himbauan kepada warga yang berdiam di sepanjang sungai Landak tepatnya di Dusun Tanjung agar selalu berhati-hati dan waspada dalam melakukan aktivitas seperti mandi, cuci dan kakus (MCK).

“Terutama pada beberapa titik di Sungai Landak yg disinyalir buaya sering timbul seperti yang diinformasi kan oleh warga beberapa hari terakhir ini,” ungkapnya di Ngabang, Jumat (10/6).

Ia mengatakan, tim gabungan juga melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang bangkai hewan atau memberi makan buaya dengan tujuan untuk memancing buaya agar timbul ke permukaan air selain dari ritual adat yang dilakukan oleh masyarakat. Menurutnya perilaku masyarakat tersebut justru akan mengundang lebih banyak lagi buaya-buaya lain untuk datang.

“Bisa dibilang semakin membuat buaya tersebut betah untuk berdiam lebih lama lagi di area pemukiman tersebut karena ada makanan,” ungkapnya.Tim gabungan juga melakukan pengecekan bersama masyarakat di sungai untuk melihat lokasi yang diduga menjadi tempat munculnya buaya tersebut.

“Kami juga memasang spanduk atau banner himbauan dan peringatan kepada masyarakat agar berhati-hati dan selalu waspada dalam beraktivitas di sungai,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Tanjung Haikal meminta agar warga dapat meminimalisir aktifitas disungai untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Buaya tersebut diketahui pertama kali muncul pada Jumat 3 Juni lalu.

“Kemunculan buaya ini sudah terjadi sejak satu minggu, jadi kami imbau warga agar kalau mandi ke sungai jangan menceburkan diri kedalam sungai, tetapi gunakan gayung,” paparnya. Akibat kemunculan buaya tersebut, dikatakan Haikal membuat warga pun menjadi resah dan was-was untuk melakukan aktivitas di sungai.

“Kemunculannya terjadi berulang-ulang kali sehingga membuat warga khawatir,” pungkasnya. 

(mif)