Rosita dan kedua anaknya yang sempat menghilang secara misterius saat mencari sayur di hutan Desa Sui Rasau, Kecamatan Sui Pinyuh, Kabupaten Mempawah, berhasil ditemukan. Mereka ditemukan oleh sejumlah warga yang sedang menebas kebun kelapa sawit, Sabtu (11/6) sekitar pukul 13.00 WIB.

Tangis keluarga pecah ketika mendapati Rosita dan kedua anaknya Sasa dan Sisi pulang ke rumah dalam kondisi selamat, setelah sempat menghilang selama hampir tiga hari di hutan. Mereka saling berpelukan dan mengucap syukur ketiganya pulang dalam kondisi sehat.

Rosita dan kedua anaknya berhasil ditemukan oleh Lina, Juliana, dan Sujarmi di perkebunan kelapa sawit. Jaraknya cukup jauh, lebih dari 1 kilometer dari pemukiman warga Desa Sui Rasau. Saat itu, ketiga warga ini sedang bekerja menebas kebun kelapa sawit. 

“Saat kami sedang menebas kebun, tiba-tiba saja ada seorang perempuan dan dua anak kecil menghampiri sembari berteriak minta tolong,” kata Lina didampingi Juliana dan Sujarmi sesaat usai mengantarkan Rosita dan kedua anaknya pulang ke rumah orang tuanya di RT 05/RW, Dusun Barat, Desa Sui Rasau.

Lina menuturkan, Rosita dan kedua anaknya mengaku tersesat di dalam hutan dan tak tahu jalan pulang. Melihat kondisi keduanya yang tampak lelah, warga pun memberikan air minum dan menyuruh beristirahat sejenak.“Setelah beberapa waktu beristirahat, dan mereka mengaku masih kuat untuk berjalan kaki, maka kami antar pulang ke rumah. Alhamdulillah, sekarang sudah berkumpul dengan keluarga,” ucap Lina.

Rosita dan kedua anaknya tampak sangat lelah. Selama tiga hari, mereka berjalan kaki di tengah hutan Desa Sui Rasau lantaran tersesat dan mencari jalan pulang. Rosita pun berjuang keras menuntun kedua anaknya agar tetap kuat dan semangat melawan rasa lelah dan takut melewati siang dan malam di tengah hutan.

Selama tersesat di tengah hutan, Rosita mengaku selalu menjaga kedua anaknya agar tetap bersama-sama. Mereka terus berjalan di tengah hutan untuk mencari jalan keluar.

“Kalau malam, kami istirahat dan berhenti berjalan. Lagi pula, anak-anak ini letih dan mereka tidur ketika malam hari,” tuturnya. Ketika menjelang subuh, lanjut Rosita, mereka pun melanjutkan berjalan kaki sembari berharap menemukan jalan pulang kerumah. Selama tersesat, Rosita dan anaknya mengaku tak merasa begitu lapar meskipun tak ada makanan yang masuk ke perut.

“Tidak ada terasa lapar, hanya kehausan saja,” kenangnya. Setelah puluhan jam tersesat, Rosita dan kedua anaknya berhasil menemukan salah satu kebun kelapa sawit. Beruntung, saat itu mereka bertemu dengan sejumlah warga yang sedang menebas kebun.

“Alhamdulillah, akhirnya kami bertemu warga dan diantar pulang ke rumah,” pungkasnya. Kabar ditemukannya Rosita dan kedua anaknya dalam kondisi sehat dan selamat tersiar di masyarakat Desa Sui Rasau. Sanak keluarga dan warga pun berdatangan untuk melihat kondisi Rosita dan kedua anaknya. (wah)