Penipuan dan penggelapan dengan modus pinjam sepeda motor terus saja memakan korban. Kali ini dialami, Mohlis, warga Jalan Veteran, Kecamatan Pontianak Selatan. Kendaraannya tak kunjung dikembalikan setelah dipinjam temannya, FH alias Yeni, sejak Kamis, 2 Desember 2021.

ADONG EKO, Pontianak

 

KEPALA Satuan Reserse dan Krimnal (Kasat Reskrim) Polresta Pontianak, Kompol Indra Asrianto mengungkapkan kasus ini. Berdasarkan keterangan korban, sebagaimana yang mereka terima, pada saat itu pelaku datang menemui korban di pos keamanan Jalan Untung Suropati, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan.

Diceritakan dia bahwa kepada korban, pelaku meminjam sepeda motor dengan alasan hendak pergi ke rumah bibinya. Dia menambahkan bahwa tanpa menaruh curiga, korban pun meminjamkan motornya. “Namun setelah ditunggu beberapa hari, pelaku tidak kunjung mengembalikan motor,” kata Indra, Sabtu (11/6) di Pontianak.

Indra menerangkan bahwa korban kemudian mencoba mencari tahu keberadaan sepeda motornya. Korban, menurutnya, mendapat informasi jika kendaraannya tersebut telah digadaikan pelaku. Atas kejadian itu, dari laporan korban kepada mereka bahwa yang bersangkutan mengalami kerugian sebesar Rp15 juta. “Atas laporan korban, kami lakukan penyelidikan untuk mencari pelaku dan motor yang telah digelapkan,” ucap Indra.

Dari penyelidikan yang mereka lakukan, pada Jumat, 10 Juni didapat informasi jika pelaku, Yeni sedang berada di Jalan Ketapang, Kecamatan Pontianak Selatan. Untuk memastikan kebenaran informasi itu, pihaknya langsung mendatangi alamat yang dimaksud. Saat itu juga pelaku langsung mereka bekuk. Dari keterangan pelaku yang mereka dapatknya, sepeda motor korban dengan nomor polisi KB 6182 QH sudah digadaikan kepada seseorang berinisial N di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

“Pelaku mengaku motor digadai seharga Rp2 juta,” ungkap Indra. Indra menjelaskan bahwa pelaku menggadaikan kendaraan pinjamannya tersebut untuk membayar utang koperasi sebesar Rp1,5 juta. Sementara sisanya, menurut dia, digunakan untuk membayar indekos dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Untuk barang bukti, saat ini masih dilakukan pencarian,” pungkas Indra. (*)