Lambatnya surut air pasca banjir diduga lantaran tersumbatnya sejumlah saluran drainase yang ada di Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Seperti halnya terjadi di Sukadana. Sehingga menyebabkan sejumlah lokasi masih tergenang oleh air, padahal pasang air laut telah surut.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Budi Utomo menilai, mengenai banjir di Kayong Utara menjadi hal serius. Di antaranya di Sukadana. Ia menyakini akan menangani dengan serius, apalagi anggaran untuk normalisasi telah dianggarkan. 

“Masalah banjir di Sukadana ini sebenarnya masalah yang serius dan akan kami lakukan penanganan yang komprehensif dan menyeluruh, mulai dari normalisasi sungai, dan saluran air serta penanganan teknis lainnya, dan untuk normalisasi sudah kita anggarkan,” terangnya kepada Pontianak Post, Jumat (17/6).

Atas peristiwa ini, pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan dalam penanganan normalisasi sehingga masyarakat terkena dampak banjir.

“Saya selaku sekretariat Dinas PUPR PLT. Kepala Dinas PUPR mohon maaf kepada seluruh masyarakat Kayong Utara khususnya Kecamatan Sukadana atas keterlambatan penanganan normalisasi sungai. Sehingga masyarakat terkena dampak banjir ketika musim penghujan sudah tiba,” kata dia. Dalam hal ini pihaknya berjanji akan segera melakukan penanganan normalisasi, guna mengurangi dampak banjir. “Segera akan kami tangani normalisasi untuk mengurangi dampak banjir di Sukadana,” kata dia. (dan)