Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalimantan Barat, Harry Agung, mengungkap, terdapat penurunan jumlah temuan kasus Covid-19 di Kalbar. Hingga minggu ke-12, kasus korona, diakui dia, tak sampai 5 persen.

“Dari pantauan kami (Dinkes) kasus Covid hingga minggu ke-12, tak sampai 5 persen. Mungkin saat ini positif rate-nya hanya satu atau 2 persen,” ujarnya kepada Pontianak Post, kemarin.

Temuan landainya kasus Covid-19 di Kalbar, diakui dia, mulai terasa di minggu kesepuluh sampai ke dua belas. Lebih dalam ia menjelaskan, jika dilihat, dari minggu pertama sampai kedua kasus Covid berada di angka 1 persen. Kemudian, dia menambahkan, di minggu ketiga sampai ketujuh di atas 2 persen. Lalu, diungkapkan dia, di minggu kedelapan hingga kesembilan naik di atas 3 persen. Masuk di minggu kesepuluh hingga keduabelas, kasus covid, dikatakan dia kembali turun lagi, tak sampai 5 persen.

Meski saat ini temuan kasus Covid memang landai, ia tetap meminta masyarakat waspada. Utamanya, diingatkan dia, bagi para lansia yang memiliki riwayat komorbid.

Para lansia, kata dia, rentan terkena Covid. Tetapi hingga kini kasusnya, diakui dia, juga tak tinggi. Itu, menurut dia, terlihat dari tingkat hospitality pasien Covid yang dirawat di rumah sakit rendah. 

Tak seperti gelombang Covid sebelumnya, seperti pada Februari atau tahun lalu, di mana, diakui dia, saat itu kasus tersebut sedang tinggi. Bahkan, diungkapkan dia bagaimana ketika itu mereka sempat mengalami krisis oksigen.

Dalam upaya menekan lajunya penularan Covid, pihaknya masih terus memberikan pelayanan vaksin massal, terutama booster. “Jika vaksin pertama dan kedua, capaian di Kalbar justru sudah tinggi. Tetapi untuk booster capaiannya harus dikebut. Sebab vaksin mampu meningkatkan kekebalan tubuh manusia terhadap serangan virus Covid-19,” ungkapnya. (iza)