Sejumlah perusahaan asal Kuching, Sarawak Malaysia melakukan lawatan ke Pontianak. Agenda lawatan ini untuk menjajaki kerja sama yang bisa dilakukan di Kalimantan Barat.

Junaidi, Executive Chairman Maltimur Resources SDN BHD, mewakili rombongan yang terdiri atas tujuh perusahaan, menjelaskan, tujuan kedatangan pihaknya ini untuk menjajaki peluang kerja sama yang bisa dilakukan perusahaan-perusahaan yang berasal dari Kuching di Kalbar, termasuk Pontianak.

“Saya melihat peluang kerja sama yang bisa dilakukan dengan Pontianak antara lain membuat jalan tol. Kami berharap penjajakan pembangunan jalan tol itu bisa dikaji lebih dalam terhadap peningkatan ekonomi,” ujarnya usai bertemu dengan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Ruang Pontive Center, Kamis (3/11).

Selain itu, lanjut Junaidi, ada pula perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan energi listrik solar hybrid. Solar hybrid ini dinilai cocok digunakan di daerah-daerah pedalaman atau jauh dari wilayah perkotaan, di mana penduduk yang bermukim di sana tidak terlalu banyak. 

“Sebenarnya banyak peluang-peluang lainnya yang bisa dikerjasamakan,” sebutnya. 

Peluang kerja sama di Kalbar sangat terbuka bagi perusahaan-perusahaan yang berasal dari Kuching Sarawak. Apalagi, kata dia, Kalbar termasuk Pontianak, pembangunannya berkembang pesat.

“Kami berharap melalui kerja sama ini nantinya bisa semakin mempercepat pembangunan di wilayah ini, terutama Sambas, Singkawang dan Pontianak,” ungkap Junaidi.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menerangkan, kunjungan para pengusaha asal Kuching Sarawak ini untuk menjajaki peluang kerjasama di Kota Pontianak. Meski sebatas penjajakan, pihaknya menyambut baik kedatangan pengusaha-pengusaha asal negeri jiran. Apalagi mereka menawarkan kerja sama pembangunan jalan tol. Pembangunan jalan tol yang mungkin bisa dikerjasamakan misalnya jalan tol Pontianak-Singkawang atau Pontianak-Sambas.

“Kita berharap ini bisa direalisasikan. Namun menurutnya tergantung pada kewenangan Pemerintah Provinsi Kalbar karena berkaitan dengan dua wilayah,” katanya.

Beberapa perusahaan yang menjajaki peluang kerja sama antara lain bergerak di bidang jasa konstruksi serta berpengalaman membangun kereta api, MRT, highway, termasuk energi listrik. Menurut Edi, untuk menjalin kerjasama dengan investor asing, banyak faktor penentu untuk memutuskan suatu kerja sama tersebut.

“Misalnya masalah regulasi. Kalau untuk menerima investor dari luar, ada aturan-aturannya dan kewenangan dari pemerintah pusat,” pungkasnya. (iza)