PROKAL.CO,

BADAU- Ada banyak harapan yang disematkan usai peresmian Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Badau, di Kecamatan Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Kamis (16/3). Salah satunya adalah peluang peningkatan ekspor crude palm oil (CPO).

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Puan Maharani, dalam kunjungannya mendampingi Presiden Jokowi, melepas secara simbolis ekspor 407 MT (Matrik Ton) CPO.Minyak dari kelapa sawit ini diangkut menggunakan 11 truk tangki CPO (Crude Palm Oil) tujuan Malaysia.

Saat pelepasan ekspor CPO 407 MT dengan devisa kurang lebih US$ 255.416.14 tersebut, Puan tidak didampingi Presiden Joko Widodo. Karena pada saat itu, Jokowi dan rombongan lagi berfoto-foto di sekitar PLBN Badau. Saat itu Puan hanya di dampingi Seskab Pramono Anung Wibowo, Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi serta Kakanwi bea dan cukai Provinsi Kalbar Syaipullah Nasution.

Saat pelepasan ekspor 11 tangki CPO tersebut, Puan menyempatkan diri berdialog dengan pihak bea cukai dan para sopir yang akan mengakut CPO ke Malaysia. “Mudah-mudahan lancar,” ucap Puan.

Ia juga meminta pengawasan eskspor CPO tersebut dilakukan sebaik mungkin dan dari ekspor tersebut memberikan kontribusi besar bagi negara ini. “Saya berharap ekspor CPO terus meningkat,”tutur dia.

Sebelum pelepasan, Pramono Anung beberapa kali memandu Puan.  “Biar Mbak saja yang melepas,” kata dia.  Setelah berfoto-foto bersama kru bea cukai dan pihak perusahaan pengekspor CPO, Puan dan Pramono Anung dan Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi bergegas menuju Presiden Jokowi dan ibu Negara Iriana Joko Widodo dan rombongan yang lagi mengabadikan momen saat di PLBN Badau.